Mengenal Beragam Penyebab Sakit Kepala

Sakit kepala bukan hanya mengganggu kenyamanan, namun juga menghambat aktivitas sehari-hari. Kabar baiknya adalah berbagai sakit kepala bisa dengan mudah diatasi dengan pengobatan yang tepat dan juga melakukan pola hidup sehat. 

Selain cara mengatasi sakit kepala, kamu perlu mengenal beragam penyebabnya, sehingga kita dapat mencegah dengan menghindarinya. Berikut hal-hal yang dapat memicu aktifnya saraf nyeri disekitar kepala:

Mengenal Beragam Penyebab Sakit Kepala - Ayu Ting Ting

Dehidrasi

Banyak orang yang menyepelekan konsumsi air putih sesuai kebutuhan tubuh. Akibatnya, dehidrasi atau kekurangan cairan memicu sakit kepala. Saat tubuh kekurangan cairan, maka darah tidak bisa terpompa secara maksimal ke seluruh tubuh yang kemudian menyebabkan kurangnya kadar oksigen ke otak. Hal inilah yang menjadi pemicu sakit kepala.

Jumlah konsumsi air putih per hari sebaiknya disesuaikan dengan berat badan dan aktivitas fisik yang dilakukan. Namun rata-rata, wanita dewasa membutuhkan 2,7 liter air per hari dan pria dewasa membutuhkan 3,7 liter air per hari.

Perubahan Pola Makan dan Tidur

Penyebab pusing kepala selanjutnya adalah perubahan pola makan dan tidur. Misalnya saat kamu sering melewatkan jam makan atau menjalani diet ketat tanpa pengawasan dokter, pola makanmu jadi berubah secara drastis baik dalam hal porsi maupun nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Jika ini sering terjadi, sakit kepala juga akan lebih sering melanda karena kadar gula darah turun terlalu rendah. 

Selain pola makan yang berubah, pola tidur yang tidak teratur juga sangat berpotensi mengundang nyeri kepala. Meskipun pola tidur ini dianggap wajar terutama di kota-kota besar, nyatanya kebiasaan tidur yang tidak teratur mengacaukan sistem sirkadian tubuh yang memicu sakit kepala tiba-tiba. Oleh karena itu, akan lebih baik jika memiliki jam tidur dan bangun yang konsisten setiap harinya supaya tubuh tidak “kaget” dan ritme tubuh menjadi berantakan. 

Emosi dan Stres

Jika bertanya apa penyebab sakit kepala yang sulit dihindari, emosi dan stres adalah jawabannya. Meskipun marah adalah respon wajar ketika menghadapi suatu kondisi, namun perlu diketahui bahwa ketika sedang marah, otot belakang leher dan kulit kepala akan menegang sehingga menyebabkan sakit kepala bagian belakang

Jadi, ada baiknya jika sedang emosi, kemarahan itu tidak serta merta dilepaskan secara langsung namun disalurkan dengan cara yang lebih sehat, misalnya dengan meditasi, melakukan hobi atau berolahraga supaya otot tidak tegang. 

Di sisi lain, jika emosi tidak disalurkan sama sekali justru menimbulkan stres hingga depresi yang berkembang menjadi penyebab sakit kepala terus menerus. Pada kondisi ini, otak melepaskan zat kimia tertentu yang menyebabkan perubahan pada pembuluh darah. Perubahan ini memiliki andil dalam kondisi kesehatan yang termasuk gangguan tidur. Dan seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa gangguan pola tidur akan menyebabkan mudah merasa sakit kepala. 

Konsumsi Obat yang Berlebihan

Salah satu cara menghilangkan sakit kepala dengan cepat adalah dengan mengonsumsi obat-obatan kimia. Kendati memang kandungan yang ada di dalam obat dapat meringankan nyeri dalam waktu singkat, pastikan tidak berlebihan atau terlalu sering mengkonsumsinya akan menimbulkan efek bumerang dimana sakit kepala malah akan sering kambuh.

Postur Tubuh yang Buruk

Bukan rahasia lagi jika posisi duduk, berdiri dan berjalan akan mempengaruhi kesehatan secara umum. Ternyata, hal ini juga menjadi penyebab sakit kepala berkepanjangan. Tubuh yang membungkuk dan duduk terlalu lama mengakibatkan ketegangan pada otot leher, punggung dan bahu yang memicu nyeri berdenyut di dasar tengkorak.

Cahaya yang Terlalu Terang

Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa ternyata paparan cahaya yang terang dapat membuat kepala menjadi sakit. Pantulan cahaya yang sangat terang ke mata dapat merangsang kerja thalamus, yakni bagian otak yang menyalurkan sinyal rasa sakit ke tubuh. Itulah sebabnya saat terlalu lama menatap layar gawai yang terang atau terpapar sinar matahari langsung terlampau lama, sakit kepala sering sekali menyerang.

Perubahan Suhu dan Cuaca

Pergantian cuaca dari panas ke hujan atau sebaliknya terkadang menimbulkan perubahan suhu yang bagi sebagian kondisi tubuh, terbilang ekstrem. Perubahan cuaca dan suhu ini mengakibatkan ketidakseimbangan kimiawi dalam tubuh sehingga sakit kepala bisa terjadi. Sama halnya ketika keramas menggunakan air dingin. Saat air dingin mengenai kulit kepala, ada kalanya otak langsung mengira tubuh sedang diserang hipotermia sehingga muncul gejala sakit kepala.

Anemia dan Penyakit Kronis

Anemia merupakan kondisi di mana jumlah sel darah putih di dalam tubuh terlalu rendah, sehingga distribusi oksigen ke seluruh tubuh jadi terganggu. Akibatnya, ada beberapa efek yang dirasakan seperti lemah dan lesu, sampai dengan sakit kepala.

Selain itu, ada pula beberapa penyakit kronis yang menyebabkan sakit kepala misalnya saja fibromyalgia, lupus, dan juga diabetes. Jika mengalami sakit kepala karena penyakit kronis, maka perlu mendapatkan pertolongan dari dokter untuk mengatasinya.

Dengan mengenal beragam penyebab sakit kepala dan cara mengatasinya, setidaknya rasa sakit yang mengganggu tersebut bisa diminimalkan. Jangan lupa untuk selalu menerapkan pola hidup sehat supaya gangguan kesehatan ini enggan menyerang.

L.ID.MKT.CC.05.2021.1652

Artikel ini ditinjau oleh:
Tim Konsultan Medis Medical Advisor Bayer Consumer Health Indonesia

Referensi :
  1. Diunduh dari https://mediakom.kemkes.go.id/index.php Diakses pada April 2021
  2. Diunduh dari https://my.clevelandclinic.org Diakses pada April 2021
  3. Diunduh dari https://www.healthline.com/health/dehydration-headache#symptoms Diakses pada April 2021
  4. Diunduh dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-daily-headaches/in-depth/headaches/art-20047375 Diakses pada April 2021.