Sakit Kepala Belakang Menyerang? Kenali Penyebab dan Solusi Cepatnya

Sakit kepala belakang kerap dialami terutama oleh orang dewasa yang berusia antara 35 hingga 45 tahun 1. Nyeri kepala ini biasanya ditandai dengan rasa sakit di area belakang kepala dan sekitar leher dengan intensitas beragam tergantung dari jenisnya, baik episodik maupun kronis. Meskipun bisa ditangani dengan obat pereda nyeri namun sakit kepala ini tidak bisa dianggap remeh karena penyebabnya beraneka ragam dan bahkan menjadi gejala penyakit serius seperti meningitis. Berikut ini adalah beberapa jenis sakit kepala belakang beserta penyebab dan cara meringankannya.

Sakit Kepala Belakang Menggangu? Cek Penyebabnya dan Cara Mengatasinya | Saridon

Sakit kepala tegang 2,3,4

Disebut juga sebagai tension headache, penyebab sakit kepala berat seperti sakit kepala tegang seringkali disebabkan oleh kekakuan yang terjadi di sekitar leher belakang dan punggung, akibat posisi tubuh yang salah, rasa lapar dan juga stres. Sakit kepala ini biasanya akan terasa di bagian dasar tengkorak.

Sakit kepala tegang bisa berlangsung hingga berhari-hari, namun bisa diatasi dengan mengubah postur tubuh ketika duduk, rutin melakukan relaksasi agar otot punggung dan leher tidak tegang serta mengonsumsi obat penghilang rasa sakit jika nyerinya menjadi-jadi.

Beberapa gejala yang dirasakan ketika sakit kepala tegang terjadi adalah:

  • Rasa nyeri di sekitar dasar tengkorak dan leher belakang yang cukup mengganggu.
  • Kulit kepala, leher dan otot pundak terasa lunak.
  • Ada rasa seperti ditekan di area depan, samping dan belakang kepala.

Sakit kepala harian kronis 4

Sakit kepala harian kronis disebabkan oleh cedera pada bagian leher dan juga kelelahan yang mengakibatkan rasa nyeri sering terjadi. Sakit kepala ini biasanya berulang, berlangsung setiap hari dalam waktu 3 bulan yang lebih sering dialami oleh wanita ketimbang pria. 

Untuk mengatasi sakit kepala harian kronis, perlu dilakukan fisioterapi serta konsumsi obat antidepresan yang harus disesuaikan dengan resep dokter. Itulah sebabnya obat-obatan ini tidak bisa dibeli bebas di apotek.

Beberapa gejala yang dirasakan ketika sakit kepala harian kronis terjadi adalah:

  • Menyerang kedua sisi kepala.
  • Menyebabkan rasa sakit yang menekan namun tidak berdenyut.
  • Nyeri pada tengkorak mungkin dirasakan.

Arthritis 4

Sakit kepala arthritis menimbulkan rasa nyeri di kepala bagian belakang yang akan semakin parah jika tubuh digunakan untuk bergerak. Itulah sebabnya jenis sakit kepala ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Sakit kepala arthritis muncul karena adanya perubahan struktur tulang belakang atau kondisi membengkaknya pembuluh darah di kepala. Untuk mengatasinya, dibutuhkan obat dari dokter sesuai kondisi pasien. 

Gejala yang mungkin dirasakan ketika menderita sakit kepala arthritis adalah:

  • Rasa sakit terjadi di bagian belakang kepala dan leher.
  • Nyeri semakin menjadi ketika digunakan untuk beraktivitas.

Sakit kepala exertional 3

Sakit kepala exertional biasanya dipicu oleh kegiatan fisik berat yang dilakukan secara intens. Sakit kepala ini biasanya muncul dan menghilang, namun ketika kambuh bisa terjadi dalam waktu cukup lama. Rasa sakit umumnya ada di di bagian belakang kepala serta bagian belakang mata.

Sakit kepala disebabkan oleh beberapa faktor, contohnya seperti olahraga berat, batuk, berlari, dan juga mengejan ketika buang air besar. Meskipun tidak selalu menjadi gejala penyakit kronis, namun sakit kepala exertional terkadang menjadi pertanda gangguan pembuluh darah di otak sehingga konsultasi dengan dokter mungkin dibutuhkan.

Gejala sakit kepala exertional meliputi:

  • Sakit kepala muncul setelah melakukan kegiatan fisik.
  • Terjadi dalam waktu beberapa menit hingga jam.
  • Nyeri dirasakan di kedua sisi kepala.

Sakit kepala leher bagian belakang 2

Disebut juga sebagai sakit kepala cervicogenic, sakit kepala leher belakang bersumber dari permasalahan yang ada di leher itu sendiri. Penyebab sakit kepala berat ini termasuk dalam jenis sekunder yang berarti merupakan gejala dari penyakit lain seperti tumor, masalah tulang, infeksi ataupun arthritis rheumatoid. 

Untuk mengatasinya, konsultasi dengan dokter sangat diperlukan. Biasanya dokter akan memberikan obat-obatan saraf sebagai solusi sakit kepala untuk mengurangi rasa nyeri yang dirasakan. Pemeriksaan menyeluruh untuk menemukan penyakit sesungguhnya juga bisa saja dilakukan. 

Gejala sakit kepala leher belakang meliputi:

  • Nyeri di bagian leher belakang.
  • Tidak memburuk karena aktivitas fisik.
  • Rasa sakit datang dan pergi.

Sakit kepala Oksipital 2,3

Merupakan sakit kepala yang terjadi karena gangguan pada saraf oksipital di sekitar tulang belakang dan pangkal leher karena iritasi, tekanan atau peradangan. Sakit kepala ini memberikan sensasi sengatan listrik yang tajam, menyengat dan menusuk di bagian kepala dan leher.

Sakit kepala oksipital sering disalahartikan sebagai migrain karena gejalanya yang hampir sama. Nyeri kepala yang dirasakan dapat diringankan menggunakan kompres handuk hangat dan juga pemijatan ringan. Bila perlu, dokter akan memberikan obat antiinflamasi dan antidepresan.

Gejala yang mungkin dirasakan saat menderita sakit kepala ini adalah:

  • Nyeri di bagian dasar kepala dan juga leher.
  • Terjadi dalam waktu singkat.
  • Tidak diperparah dengan aktivitas fisik.

Migrain Basilar 3,4

Jenis migrain ini tidak sama dengan migrain biasa. Disebut dengan migrain basilar, karena nyeri yang dirasakan berasal dari bagian belakang kepala atau pada area arteri basilar. Dibandingkan migrain biasa, nyerinya lebih sering dan biasanya disertai dengan pandangan kabur bahkan kebutaan sementara. Dalam kondisi tertentu, penderita juga bisa mengalami telinga berdengung dan gangguan bicara serta pendengaran.

Gejala yang dirasakan akan mengganggu kegiatan sehari-hari namun tidak membuat penderitanya kehilangan tenaga atau kesadaran. Pengobatan biasanya akan dilakukan oleh dokter karena bisa jadi sakit kepala ini merupakan gejala penyakit stroke.

Gejala migrain basilar meliputi:

  • Pandangan mata kabur.
  • Kebutaan sementara.
  • Gangguan pendengaran.
  • Intensitas sakit kepala tinggi.

Meskipun dipicu oleh berbagai penyebab, namun sakit kepala belakang dapat terjadi lebih parah jika dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti jenis kelamin, usia, genetika atau keturunan, kondisi medis tertentu dan gaya hidup yang tidak sehat. Perlu diketahui juga bahwa sakit kepala belakang juga bisa merupakan gejala awal terjadinya penyakit tertentu misalnya kolesterol, darah tinggi hingga peradangan di otak 2,3,4.

Cara mengatasi sakit kepala belakang

Sakit kepala disebabkan oleh berbagai faktor. Itulah mengapa cara mengatasi penyebab sakit kepala berat juga bisa jadi berbeda tergantung dari penyebabnya. Obat sakit kepala belakang terutama yang mengandung antidepresan tidak boleh digunakan sembarangan dan harus dengan petunjuk dokter 5. Untuk itu, konsultasikan kepada dokter saat sakit kepala belakang terjadi supaya lebih mudah mengidentifikasi sakitnya dan menemukan obat atau penanganan yang cocok 3,4. Solusi sakit kepala bisa dilakukan dengan meminum obat pereda sakit kepala dengan kandungan parasetamol dan kafein 2,6 bisa dilakukan agar sakit kepala cepat teratasi gak pake lama!

Apakah sakit kepala belakang berbahaya?

Secara umum, sakit kepala belakang tidak berbahaya karena seringkali terjadi akibat kekakuan otot leher dan juga pundak 4. Intensitas nyerinya juga tidak selalu tinggi, ada kalanya sakit kepala menyerang sesaat namun terkadang juga dalam jangka waktu lama. Untuk itu, jika memang khawatir dengan sakit kepala ini pastikan memeriksakan diri ke dokter agar diagnosa yang tepat bisa segera didapatkan 2,3.

CH-20220606-05

Artikel ini ditinjau oleh:
Tim Konsultan Medis Medical Advisor Bayer Consumer Health Indonesia

Referensi :
  1. WHO Team. Headache Disorders. World Health Organization. Diakses pada 8 November 2021 dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/headache-disorders.
  2. Stanford Health Care Team. Headache Causes. Standford Health Care. Diakses pada 21 Juli 2021 dari https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/brain-and-nerves/headache/causes.html.
  3. Kathryn Watson. 10 Types of Headaches. Healthline. Diakses pada 21 Juli 2021 dari https://www.healthline.com/health/headache/types-of-headaches#tension-headaches.
  4. Benjamin Wedro, dkk. 17 Types of Headaches. Medicinenet. Diakses pada 21 Juli 2021 dari https://www.medicinenet.com/headache/article.htm.
  5. Noreen Iftikhar. Antidepressants for Migraine. Healthline. Diakses pada 9 November 2021 dari https://www.healthline.com/health/antidepressants-for-migraines#types
  6. Health Direct Team. Paracetamol and Caffeine. Health Direct. Diakses 9 November 2021 dari https://www.healthdirect.gov.au/medicines/brand/amt,1216531000168101/paracetamol-and-caffeine-priceline-pharmacy.