Sakit Kepala Belakang Mengganggu? Cek Penyebabnya dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala belakang adalah salah satu jenis sakit kepala yang umum dialami, terutama bagi orang yang berusia 35 hingga 45 tahun, baik pria maupun wanita. Rasa nyeri ini biasanya menyerang daerah sekitar kepala belakang hingga leher bagian atas dengan intensitas yang berbeda-beda tergantung dari penyebab nyeri itu sendiri. Sakit kepala bagian belakang tidak bisa dianggap remeh karena cukup banyak yang menjadi penyebabnya, mulai dari hal kecil seperti kebiasaan duduk atau postur tubuh yang salah hingga menjadi sebuah gejala dari penyakit kronis. 

Berikut ini adalah beberapa jenis sakit kepala belakang beserta penyebab dan cara mengatasinya:

Sakit Kepala Belakang Menggangu? Cek Penyebabnya dan Cara Mengatasinya -  Wanita Sakit Kepala

Sakit Kepala Tegang

Tension headache atau sakit kepala tegang adalah penyebab sakit kepala belakang yang pertama. Sakit kepala yang dirasakan di dasar tengkorak ini disebabkan karena rasa stres atau lapar dan juga mengalami kekakuan otot di daerah belakang kepala, leher dan juga punggung bagian atas. Rasa sakit yang bisa berlangsung sampai berhari-hari ini bisa diatasi dengan cara mengubah postur tubuh ketika duduk dan juga melakukan relaksasi sehingga otot menjadi lebih rileks dan tidak tegang. Obat sakit kepala belakang mungkin dibutuhkan jika rasa nyeri menjadi tak tertahankan.

Sakit Kepala Harian Kronis

Pusing kepala belakang juga bisa diakibatkan oleh cedera pada leher dan juga kelelahan yang membuat seseorang mengalami sakit kepala harian kronis. Sakit kepala kronis biasanya berlangsung setiap hari selama 3 bulan dimana hal ini lebih sering dialami oleh wanita. Cara mengatasi sakit kepala belakang jenis kronis adalah dengan melakukan fisioterapi dan juga penggunaan obat antidepresan pada kasus tertentu. Obat ini hanya boleh diresepkan oleh dokter sehingga tidak bisa didapatkan dengan bebas di apotik.

Arthritis

Penyebab sakit kepala belakang selanjutnya adalah arthritis atau yang biasa disebut sebagai sakit kepala arthritis. Rasa nyeri di kepala belakang karena kondisi ini akan sangat terasa ketika tubuh digunakan untuk bergerak sehingga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Sakit kepala arthritis biasanya disebabkan oleh perubahan struktur tulang belakang atau pembengkakan pembuluh darah di kepala. Sebagai pengobatan dokter akan memberikan obat anti-inflamasi, pelemas otot atau keduanya secara bersamaan.

Sakit Kepala Exertional / Bagian Belakang

Pusing kepala bagian belakang bisa jadi disebabkan oleh aktivitas fisik yang dilakukan, yang biasa disebut sebagai sakit kepala exertional. Rasa nyeri yang terjadi hingga 20 menit ini terasa di bagian belakang kepala, seluruh kepala dan juga tepat di belakang mata. Faktor pemicunya adalah kegiatan fisik seperti berolahraga, batuk, berlari atau mengencangkan otot perut ketika buang air besar. Kendati tidak menjadi indikasi masalah serius, namun di beberapa kasus sering sakit kepala bagian belakang seperti ini merupakan gejala gangguan pembuluh darah di otak sehingga konsultasi dengan dokter mungkin diperlukan.

Sakit Kepala Cervicogenic / Leher Bagian Belakang

Leher bagian belakang sakit dan kepala pusing bisa menjadi tanda bahwa sakit kepala cervicogenic sedang menyerang. Meskipun sakit yang dirasakan adalah di area kepala belakang, tapi sebenarnya sumber permasalahan ada pada leher. Sakit kepala cervicogenic termasuk sakit kepala sekunder yang berarti merupakan gejala dari penyakit lain seperti tumor, masalah tulang, infeksi dan arthritis rheumatoid. Untuk mengatasinya, dokter akan memberikan obat-obatan saraf sebagai cara mengatasi sakit kepala bagian belakang ini.

Sakit Kepala karena Gangguan Saraf Oksipital

Kepala pusing bagian belakang bisa saja merupakan neuralgia oksipital, sebuah gangguan pada saraf oksipital di sekitar tulang belakang dari pangkal leher hingga kepala karena tekanan atau iritasi sebagai akibat dari cedera, saraf terjepit atau peradangan. Rasa sakit yang ditimbulkan memberikan sensasi sengatan listrik yang tajam dan menusuk di bagian kepala serta leher. Sakit kepala belakang terus menerus ini seringkali dianggap sebagai migrain sebab gejalanya juga hampir sama. Neuralgia oksipital bisa diringankan dengan cara mengompresnya menggunakan handuk hangat serta melakukan pemijatan ringan. Penggunaan obat tertentu seperti anti-inflamasi atau anti-depresan mungkin juga diberikan oleh dokter.

Migrain Basilar

Sering sakit kepala belakang mungkin menjadi indikasi dari migrain basilar. Migrain basilar berbeda dengan migrain pada umumnya karena akan terasa di bagian belakang kepala, tepatnya di arteri basilar. Sakit kepala ini biasanya diawali dengan pandangan kabur hingga kebutaan sementara, pusing, telinga berdengung, dan gangguan bicara serta pendengaran. Meskipun gejala dari sakit kepala ini sangat mengganggu kegiatan sehari-hari namun tidak membuat penderitanya merasa lemah. Cara menghilangkan sakit kepala belakang ini adalah dengan berobat ke dokter karena bisa jadi migrain basilar berhubungan dengan penyakit stroke yang serius.

Sakit kepala belakang disebabkan oleh banyak hal dan faktor seperti yang telah dijelaskan di atas. Cara mengobati sakit kepala belakang pada akhirnya tidak bisa disamakan karena penyebabnya pun berbeda-beda. Obat sakit kepala bagian belakang sebaiknya juga tidak dikonsumsi sembarangan mengingat kandungan yang ada di dalamnya, terutama untuk anti-depresan yang harus menggunakan resep dokter. Dengan mengetahui apa penyebab sakit kepala bagian belakang yang dialami, akan lebih mudah untuk mengidentifikasi sakitnya serta melakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter.

L.ID.MKT.CC.05.2021.1652

Artikel ini ditinjau oleh:
Tim Konsultan Medis Medical Advisor Bayer Consumer Health Indonesia

Referensi :
  1. Diunduh dari https://www.webmd.com/migraines-headaches/why-back-of-head-hurts Diakses pada April 2021
  2. Diunduh dari https://www.healthline.com/health/pain-in-back-of-head#causes Diakses pada April 2021
  3. Diunduh dari https://www.medicalnewstoday.com/articles/321017#exercise-induced-headaches Diakses pada April 2021