Kenapa Kehujanan Bikin Pusing Kumat? Bisa Jadi Ini Penyebabnya!

Kenapa air hujan bikin pusing? Hujan-hujanan tidak selalu romantis, tapi ternyata juga bisa bikin sakit.

Jawaban sederhananya adalah karena air cenderung membuat suhu tubuh lebih dingin (1) dan melemahkan imun kita (2). Akibatnya tubuh jadi lebih rentan terhadap sakit, tidak terkecuali dengan pusing. Kalau kamu sering main hujan atau tidak memakai payung, artikel ini dibuat untukmu.

Kenapa Kehujanan Bikin Pusing Kumat? Bisa Jadi Ini Penyebabnya! | Saridon

Penyebab Kepala Pusing Setelah Kehujanan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hujan bisa menimbulkan sakit. Lalu bagaimana sebenarnya proses yang terjadi hingga air hujan dapat menyebabkan pusing? Penjelasan lebih detailnya ada di bawah ini:

  • Ada perubahan suhu dan tekanan pada tubuh. Saat kehujanan, tubuh kita tidak hanya akan basah karena terkena air namun juga akan ada perubahan suhu menjadi lebih dingin. Kondisi tersebut akan menciptakan perbedaan tekanan udara dari luar dengan udara di dalam tubuh, terutama pada bagian hidung. Perubahan suhu ini lah yang bisa menyebabkan sakit (1). Hal yang serupa juga terjadi ketika kita sedang naik pesawat, di mana saat pesawat lepas landas, tubuh kita akan mengalami perubahan tekanan dan menyebabkan telinga kita menjadi berdenging atau sakit (1).
  • Air hujan membuat daya tahan tubuh rendah. Ternyata, ketika kita terkena hujan, imun di dalam tubuh kita juga akan menurun walaupun hanya sementara. Alasannya karena air hujan mengandung banyak parasit dan kuman. Apalagi, parasit dapat bertahan lebih lama dalam suhu dingin. Jadi, wajar saja kalau kita langsung merasa pusing setelah terpapar oleh air hujan dalam periode waktu tertentu (2).

Gejala yang akan dirasakan saat pusing karena hujan

Pusing karena perubahan cuaca seperti hujan dapat terjadi kepada siapapun. Meski demikian, biasanya ciri yang dialami bukan hanya pusing saja, karena ada beberapa gejala lain seperti (3):

  • Bagian sekitar wajah dan leher terasa kaku
  • Muncul rasa mual dan ingin muntah
  • Lebih sensitif terhadap cahaya

Suka atau tidak, kita tidak bisa mengontrol bagaimana cuaca akan berlangsung setiap harinya. Namun,  dengan menyadari frekuensi datangnya pusing saat hujan, kamu bisa mendeteksinya lebih dini sehingga mampu mengelola pusing akibat air hujan lebih efektif dan mampu mengurangi efek sampingnya yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Cara Mengatasi Kepala Pusing Setelah Kehujanan

Kalau sudah terlanjur pusing karena terkena air hujan, jangan khawatir, karena ada beberapa cara untuk menanganinya. Kamu bisa melakukan beberapa langkah seperti:

  1. Mandi dan Keramas. Karena air hujan mengandung parasit, kamu harus segera membersihkan diri secara menyeluruh. Mandi setelah sampai di rumah dapat membantu menghilangkan residu parasit dan virus yang berasal dari air hujan yang kotor (4).
  2. Minum banyak air putih dan konsumsi makanan bergizi. Setelah kehujanan, tubuh kamu akan mengalami penurunan sistem imun untuk beberapa saat. Supaya bisa kembali fit seperti semula, penuhi asupan nutrisi dengan minum dan makan makanan yang bergizi (1).
  3. Istirahat yang Cukup. Begadang percuma saja jika tiada artinya, apalagi kalau kamu tetap begadang setelah kehujanan. Usahakan untuk tidur yang cukup selama 7 hingga 8 jam setiap malam (1).
  4. Konsumsi Obat Sakit Kepala. Bila terlanjur pusing setelah kehujanan, jangan lupa untuk mengonsumsi obat sakit kepala yang mengandung Paracetamol dan Kafein yang cepat redakan sakit kepala, gak pake lama kepala setelah kehujanan.

Hujan dapat terjadi begitu saja dan tidak dapat dihindari, tapi apakah kamu tahu setidaknya hujan lebih baik daripada kamu? Sebelum datang, mendung kasih aba-aba dan rintiknya mengecil ketika akan reda. Hujan datang dan pergi meninggalkan tanda. Gak seperti kamu yang hilang tiba-tiba. Namun jika hujan datang secara tiba-tiba, kita masih bisa menyiasati agar tidak terkena air hujan secara langsung dengan cara berteduh atau menggunakan payung. Jika terlanjur terpapar air hujan sampai membuat kepala pusing, minum obat pereda sakit kepala dengan parasetamol dan kafein untuk redakan sakit kepala, gak pake lama! Semoga sehat selalu.

CH-20220216-36

Artikel ini ditinjau oleh:
Tim Konsultan Medis Medical Advisor Bayer Consumer Health Indonesia

Referensi :
  1. Carrie Madormo. Understanding Barometric Pressure Headaches: How Does Weather Affect Your Headaches? Healthline. Diakses pada 6 Januari 2022 dari https://www.healthline.com/health/headache/barometric-pressure-headache 
  2. Caroline L Shearer, dkk. Rainfall as a Driver of Seasonality in Parasitism. Science Direct. Diakses pada 6 Januari 2022 dari https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2213224420300341 
  3. Cleveland Clinic Team. 3 Health Conditions That Stormy Weather Can Make Worse. Cleveland Clinic. Diakses pada 31 Januari 2022 dari https://health.clevelandclinic.org/3-health-conditions-that-stormy-weather-can-make-worse/
  4. CDC Team. Rainwater Collection. Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 31 Januari 2022 dari https://www.cdc.gov/healthywater/drinking/private/rainwater-collection.html