Sakit Kepala Tipe Ketegangan, Bisa Jadi Ini Pemicunya!

Sakit kepala tipe ketegangan atau tension type headache merupakan nyeri kepala berulang kali yang disebabkan oleh ketegangan otot. Sakit kepala tipe ketegangan merupakan nyeri kepala yang paling sering terjadi di masyarakat (1). Supaya tidak salah membedakan jenis sakit kepala ini dengan yang lainnya, yuk kita simak info di bawah ini tentang gejala, penyebab dan penanganan yang tepat untuk mengatasinya

Penanganan Sakit Kepala Tipe Ketegangan | Saridon

Gejala Sakit Kepala Tipe Ketegangan

Gejala utama dari sakit kepala tipe ketegangan adalah nyeri kepala yang terasa seperti ditekan atau diikat, disertai dengan kepala terasa penuh. Sakit kepala tipe ketegangan dapat disertai dengan nyeri pada otot kepala (pericranial tenderrness) (1). Selain itu, gejala sakit kepala tipe ketegangan antara lain:

  • Nyeri kepala seperti ditekan atau diikat dengan intensitas ringan sedang (1).  
  • Rasa sakit dirasakan seolah sedang mengenakan topi yang terlalu kecil, atau ada benda berat yang diletakkan di atas kepala (1).
  • Nyeri kepala dirasakan pada kedua sisi kepala.
  • Nyeri dapat dirasakan hingga leher, dan tidak memburuk dengan aktivitas. Sakit kepala tipe ketegangan tidak menyebabkan gejala mual dan muntah (1).
  • Nyeri kepala pada sakit kepala tipe ketegangan tidak berdenyut (2).
  • Sakit kepala tipe ketegangan lebih sering ditemui pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki (2).

Penyebab Sakit Kepala Tipe Ketegangan

Sakit kepala tipe ketegangan disebabkan oleh kekakuan otot leher, wajah, kepala, dan rahang. Kekakuan otot ini dapat dipicu oleh stres dan konflik emosi, pekerjaan yang intens, tidak rutin makan atau kurang makan, depresi, kecemasan, atau kurang tidur (2). Sakit kepala tipe ketegangan berisiko lebih tinggi terjadi pada seseorang yang memiliki riwayat anggota keluarga dengan sakit kepala tipe ketegangan (3). Faktor risiko sakit kepala tipe ketegangan lain adalah gaya hidup yang kurang baik, ketidakmampuan untuk bersantai setelah bekerja, dan waktu tidur yang kurang dalam satu malam. Sakit kepala tipe ketegangan sering terjadi pada usia 30-39 tahun dan cenderung menurun seiring menurunnya usia1. Nyeri kepala dapat berlangsung singkat (30 menit) hingga berhari-hari (7 hari) (3).

Macam-Macam Sakit Kepala Ketegangan
Berdasarkan lama gejalanya, sakit kepala tipe ketegangan dapat dibagi menjadi (3):

  • Episodik infrekuen (10 episode nyeri kepala terjadi dalam <1 hari dalam 1 bulan atau <12 hari dalam 1 tahun).
  • Episodik frekuen (10 episode nyeri kepala terjadi dalam ≥1 namun <15 hari dalam 1 bulan selama setidaknya 3 bulan atau ≥12 namun <180 hari dalam 1 tahun), dan
  • Kronik (≥15 hari per bulan selama >3 bulan atau ≥180 hari per tahun).

Penanganan Sakit Kepala

Untuk menangani sakit kepala tipe ketegangan dapat diatasi dengan cara:

  • Mengonsumsi antinyeri seperti parasetamol (acetaminophen), aspirin, atau ibuprofen dapat mengurangi gejala sakit kepala tipe ketegangan (3). Antinyeri ini dapat dikombinasi dengan kafein untuk meningkatkan efektivitas antinyeri (4).
  • Kafein sering dikombinasikan dengan antinyeri karena kafein dapat meningkatkan penyerapan parasetamol sehingga mempercepat kerja parasetamol dalam mengatasi nyeri kepala tipe ketegangan (1,5).
  • Obat yang mengandung parasetamol dan kafein sebaiknya dikonsumsi 3 kali sehari untuk usia dewasa dan anak di atas 12 tahun agar dapat membantu meredakan sakit kepala tipe ketegangan, gak pake lama. Bila setelah 5 hari rasa sakit tidak berkurang, segera hubungi dokter.

Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Untuk mencegah terjadinya sakit kepala tipe ketegangan, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan:

  1. Cognitive Behavioural Therapy (CBT) atau terapi manajemen stres dapat dilakukan untuk menangani stress dan mengurangi faktor yang dapat memicu sakit kepala tipe ketegangan (3). Pada CBT, pasien diajak untuk mengenali pemikiran dan kepercayaan yang menyebabkan stres dan nyeri kepala.
  2. Terapi psikologis lain yang dapat dilakukan adalah terapi relaksasi. Terapi relaksasi untuk manajemen stress dapat mengurangi tegangan pada otot dan ketegangan saraf yang menyebabkan nyeri kepala. Terapi relaksasi dilakukan dengan menstimulasi visual dan pendengaran dengan stimulasi yang menenangkan (1).
  3. Terapi fisik seperti perbaikan postur tubuh, relaksasi, olahraga, kompres hangat dan dingin, ultrasound, dan stimulasi elektrik juga dapat meredakan sakit kepala tipe ketegangan (1). Mengurangi faktor yang memicu nyeri kepala seperti tidur cukup dan makan teratur dapat membantu mencegah terjadinya sakit kepala tipe ketegangan. Apabila nyeri kepala tidak berkurang, sebaiknya hubungi dokter untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.

CH-20220624-23

Artikel ini ditulis oleh:
dr. Ruth Katrin Goldina

Artikel ini ditinjau oleh:
dr. Riana Nirmala Wijaya - Medical Affairs Bayer Consumer Health

Referensi :
  1. Chowdhury D. Tension type headache. 2012;15(August). 
  2. Hassan M, Asaad T. Tension-type headache , its relation to stress , and how to relieve it by cryotherapy among academic students. 2020;3. 
  3. Ashina M, Ashina S. Tension-Type Headache. Milli Nevrol Jurnali. 2012;1:22–31. 
  4. Burch R. Migraine and Tension-Type Headache. Med Clin N Am [Internet]. 2018; Available from: https://doi.org/10.1016/j.mcna.2018.10.003.
  5. Renner B, Clarke G, Grattan T, Beisel A, Mueller C, Werner U, et al. Caffeine accelerates absorption and enhances the analgesic effect of acetaminophen. J Clin Pharmacol. 2007 Jun;47(6):715–26.